SUGBK

Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno – Jakarta

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta saat ini tengah dalam tahap renovasi, untuk mendukung penyelenggaraan ajang bergengsi internasional empat tahun sekali, yakni Asian Games XVII 2018. Tak hanya SUGBK saja untuk menyukseskan acara Asian Games XVII 2018, namun saat ini juga tengah dalam masa pembangunan sebuah gedung yang diberi nama Wisma Atlet Kemayoran. Renovasi dan pembangunan tersebut sudah dimulai seiring ditekennya kontrak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama 9 perusahaan penyedia jasa konstruksi.

SUGBK

Isi kontrak tersebut terdiri dari dua paket, yakni dua Paket Pekerjaan Perencanaan Penataan Kawasan, dan sepuluh Paket Manajemen Konstruksi serta sembilan Paket Konstruksi Terintegrasi Rancang.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Adjar Prayudi selaku Direktur Penataan Bangunan Diretorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan bahwa anggaran yang dialokasikan oleh pihak pemerintah untuk merenovasi SUGBK dan membangun Wisma Atlet Kemayoran adalah sebesar Rp2,8 triliun. Alokasi anggaran ini menggunakan mekanisme tahun jamak, dimana terbagi menjadi dua tahun anggaran, yakni pada tahun 2016 dan 2017 sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2016 untuk menyukseskan acara bergengsi Asian Games.

Rehabilitasi GBK

Pembangunan dan renovasi tersebut diantaranya mencakup 12 venue, penataan kawasan GBK Senaya Jakarta, dan fasilitas latihan, serta Wisma Atlet Kemayoran. Tetapi, sebelum digunakan untuk Asian Games, nantinya terlebih dahulu dipergunakan sebagai tempat event Youth Games 2017. Paket pembangunan dan renovasi dilakukan secara sistem Kontrak Terintegrasi Rancang dan Bangun serta secara sistem kontrak konvensional.

Kawasan GBK

Adapun kesembilan perusahaan kontraktor yang menandatangani kontrak tersebut, yakni

  • PT Waskita Karya (Persero) dengan nilai kontrak mencapai Rp274,6 miliar (Renovasi Stadion Renang GBK)
  • PT Adhi Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp769,6 miliar (merenovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno)
  • PT Brantas Abipraya (Persero) kontrak senilai Rp92,8 miliar (renovasi Stadion Tenis Indoor dan Tenis Putdoor Centercourt GBK)
  • PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama senilai Rp95,5 miliar (Lapangan A/B/C, Lapangan Hoki, dan Lapangan Panahan GBK)
  • PT Virama Karya (Persero) bernilai kontrak Rp5,8 miliar (Mencakup Paket Manajemen Konstruksi Induk Pembangunan dan Renovasi Bangunan Venue dan Penataan Kawasan GBK, dan Wisma Atlet Kemayoran)
  • PT Deta Decon senilai Rp9,5 miliar (Stadion Utama Gelora Bung Karno)
  • PT Sangkuriang dengan nilai kontrak Rp4 miliar (Stadion Renang Aquatic)
  • PT Artefak Arkindo nilai kontrak Rp1,7 miliar (Lapangan Panahan, Hoki, dan Lapangan ABC)
  • PT Arkitek Team Empat senilai Rp1,7 miliar (Stadion Tenis Indoor)

GBK

Sementara itu, Menteri Basuki Hadimuldjono secara tegas mengatakan bahwa seluruh pihak yang terkait dalam renovasi Kawasan dan juga Venue Gelora Bung Karno supaya bekerja secara maksimal. Lantaran hasil dari rehabilitasi tersebut akan mencerminkan wajah Tanah Air di mata Internasional dalam ajang bergengsi empat tahun sekali ini, Asian Games XVII 2018.

Leave a Reply