Kementerian Keuangan

Ketua OJK Hingga Gubernur BI Mendatangi Kantor Sri Mulyani Guna Membahas Tax Amnesty

Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan (Menkeu) kedatangan beberapa pimpinan lembaga tinggi negara di kantornya, guna mendiskusikan perkembangan dari program tax amnesty atau pengampunan pajak.

Kementerian Keuangan

Adapun pimpinan yang mendatangi kantor Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, yakni Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf, Muliaman D Hadad selaku Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Guberur Bank Indonesia (BI), serta Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon. Turut hadir pula Sonny Loho yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan.

Nelson Tampubolon

Nelson mengatakan secara singkat bahwa pertemuan ini guna membahas program pengampunan pajak (tax amnesty). Pembahasan ini tentunya tentang sudah seberapa jauh perkembangan program yang resmi di luncurkan pada tanggal 1Maret 2016 lalu, dan berakhir nanti di tanggal 31 Maret 2017.

Perlu diketahui, bahwa uang tebusan dari program tax amnesty hingga sejauh ini baru mencapai angka 0,9 persen atau Rp 1,56 triliun, dari target penerimaan Rp 165 triliun. Adapun jumlah dana repatriasi maupun harta yang dideklarasikan sebesar Rp 75,8 triliun.

Tax Amnesty

Sri Mulyani mengakui bahwa para pegawai pajak sudah mulai kewalahan dengan dua tugas khusus yang berguna untuk mengawal penerimaan negara di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Salah satu dari dua tugas tersebut yakni mengejar target penerimaan dari kebijakan pengampunan pajak sebesar Rp 165 triliun. Disamping itu juga harus berjibaku untuk mengumpulkan setoran pajak yang mencapai angka Rp 1.271,7 triliun.

Wanita kelahiran Bandar Lampung ini menjelaskan bahwa para pegawai pajak yang hampir berjumlah 40 ribu orang dimana tergolong masih baru, belum sepenuhnya memahami Undang-Undang (UU) Tax Amnesty. Selain itu, tantangan terbesar kembali akan datang dalam waktu dekat, yakni mempelajari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang merupakan turunan UU Tax Amnesty.

Sri Mulyani Indrawati

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan bahwa seluruh tim pajak saat bertemu cukup terasa kewalahan, ditambah lagi dengan para pegawai harus mensosialisasikan ke orang lain. Jadi ini satu waktu yang sangat luar biasa, dan begitu kritis. Lantaran tax amnesty ini tak diperuntukkan bagi 100 orang kaya di Indonesia saja, melainkan juga untuk seluruh rakyat Tanah Air.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, terlebih yang memiliki aset atau dana yang tersimpan untuk melaporkannya ke Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Tahunan. Jika tabungan atau aset yang selama ini belum dilaporkan, sebaiknya mengikuti program tax amnesty.

Sosialisasi program pengampunan pajak ini sejatinya sudah berjalan kurang lebih satu bulan, dab berjalan dengan baik. Seperti sosialisasi di Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya, yang ternyata animo dari masyarakat terhadap program ini sangatlah besar. Sehingga topik mengenai tax amnesty menjadi trending topik di berbagai versi. Penjelasan pengampunan pajak ini juga disebarluaskan melalui Youtube, dan telah disaksikan lebih dari 28 ribu penonton.

Leave a Reply