tax amnesty

Dana Amnesty Diharapkan Juga Mengalir Ke Dunia Properti

Para pelaku bisnis di bidang properti mengharapkan bahwa dana repatriasi tax amnesty atau pengampunan pajak juga mengalir ke sektor properti. Agung Wirajaya selaku Assistant Vice President PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengungkapkan bahwa industri properti setidaknya mendapatkan bagian sekitar 10% dari aliran dana pengampunan pajak walaupun terbilang masih sangat relatif kecil. Lantaran walau properti sebagai instrumen yang aman, tetapi juga tetap perlu edukasi properti capital gain yang tinggi.

tax amnesty

Agung tetap meyakini bahwa sektor properti tetap akan mendapatkan keuntungan dari penerapan kebijakan tax amensty. Lantaran industri properti merupakan gateway atau pintu masuk dari dana repatriasi pengampunan pajak. Pemerintah juga berencana untuk memajukan sektor properti. Terlebih lagi saat ini industri properti sedang lesu, lantaran kebijakan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait dana repatriasi untuk industri properti. Sehingga diharapkan bisnis properti kembali tumbuh.

properti

Assistant Vice President PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) tersebut menambahkan bahwa aliran dana tax amnesty sangatlah minum resiko, atau dapat menimbulkan bubble (harga tak wajar). Bubble sendiri terjadi lantaran demand dan jumlah supply tidak seimbang. Misalnya saja Pemerintah Singapura mengadakan intervensi terhadap harga properti, lantaran permintaan yang tinggi, namun tidak dibarengi dengan adanya supply. Sehingga wilayah Singapura yang sempit akan beresiko mengalami bubble yang tinggi. Berbeda di Tanah Air tercinta kita, yang dimana walau permintaan terbilang tinggi, namun diimbangi dengan penyediaan properti. Hasilnya, harga properti di angka yang stabil walau tinggi tetap terkontrol.

PT Agung Podomoro Land Tbk menurutnya siap memperkenalkan berbagai produk properti, baik dari segmen menengah kebawah hingga menengah keatas. Produknya antara lain, Podomoro Golf View (PGV) Cimanggis, Podomoro City Deli Medan, dan Orchard Park Batam. Program ini tentu salah satu upaya APLN untuk membantu kebijakan program tax amnesty. Nantinya setelah memahami dan mengikuti program pengampunan pajak, diharapkan para investor langsung melakukan produk properti, atau justru bertindak sebagai investor.

pengembang properti

Sementara itu, para pengembang properti di Kota Yogyakarta juga berharap bahwa dana repatriasi dari program kebijakan tax amnesty mengalir ke mereka. Sehingga nantinya mereka dapat menggerakkan industri properti yang saat ini tengah lesu lantaran perlambatan ekonomi yang terjadi di beberapa daerah. Ilham Nur Muhamad selaku Wakil Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Yogyakarta Bidang Humas mengungkapkan bahwa dana amnesti nantinya dapat berpontensi untuk menghidupkan kembali sektor properti yang tengah mengalami kelesuhan, terlebih properti di Kota Pelajar ini.

Menurutnya, penjualan di sektor properti menurun lantaran daya beli masyarakat yang juga tengah menurun. Alhasil, banyak sekali para perusahaan pengembang yang tidak mengerjakan ekspansi bisnis mereka. Padahal masih ada kemungkinan potensi untuk berkembang. Namun walaupun seperti ini, REI Yogyakarta terus berupaya untuk dapat menunjukkan eksistensi mereka di dunia properti.

Leave a Reply