Browse Category: Konsultasi

rumah

Tips Tak Lekas Miskin Setelah Membeli Rumah

Kita menjalani kehidupan ini tentunya harus memenuhi berbagai hal, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga kebutuhan rohani dan jasmani. Kebutuhan primer itu sendiri merupakan yang terpenting. Terbagi menjadi tiga unsur, yakni sandang, pangan, dan papan. Dari ketiga unsur tersebut, papan yang perlu dimiliki oleh setiap keluarga. Yang dimaksud dengan papan adalah berupa rumah yang memang kita butuhkan untuk dapat terus melanjutkan kehidupan ini. Bagaimana tidak, rumah merupakan tempat tinggal kita demi menjaga dari berbagai pengaruh lingkungan, seperti hujan, panas matahari, dsb walau sebuah bencana sejatinya tak bisa dihindari.

rumah

Memiliki rumah merupakan keutamaan sendiri, terlebih bagi kamu yang segera melangsungkan pernikahan. Tidak mungkin bukan kamu terus menerus tinggal di rumah orang tua ataupun mertua kamu? Maka dari itu, penting untuk segera memiliki sebuah rumah. Namun hanya saja, banyak masyarakat yang mengaku justru setelah membeli rumah tak lagi memiliki tabungan atau jatuh miskin. Setelah ditelusuri, bahwa mereka salah strategi dalam membeli sebuah hunian.

Pembayaran uang muka yang terus dilanjutkan pada pelunasan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) setiap bulannya, dinilai dapat terus menguras isi kantong hingga membuat beberapa orang tak dapat lagi melakukan beberapa hal antaran tabungannya yang terus keluar demi melunasi cicilan rumah. Nah, oleh sebab itu, tak ada salahnya untuk kamu memperhatikan beberapa hal berikut ini untuk tidak jatuh miskin setelah membeli sebuah rumah.

Pembayaran Uang Muka

Uang Muka

Menurut situs resmi rumah dijual Rumahku.com mengatakan bahwa beberapa para pengembang atau developer di Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, memberikan kemudahan uang muka (down payment/DP) bagi para calon konsumennya, berupa DP dapat dicicil hingga beberapa kali. Sehingga manfaatkan kesempatan tersebut untuk mencicil dengan perhitungan yang cermat agar tentunya tak menjadi beban. Sebaiknya juga kamu membayar DP dengan nominal sebesar mungkin. Hal ini untuk memudahkan cicilan setiap bulannya nanti. Jika tak memiliki tabungan yang cukup, kamu dapat meminjam kerabat atau keluarga dengan pembayaran bertahap, atau bisa juga membeli rumah subsidi yang tentu cicilan perbulannya begitu ringan, lantarn bunga flat hanya 5 persen saja.

Cicilan Kredit

Kredit Pemilikan Rumah

Demi memudahkan kamu dalam membayar cicilan setiap bulannya, maka kamu dapat mengambil tenor dengan jangka yang panjang. Misalnya saja 20 atau 25 tahun, dan bahkan 30 tahun jika memang bisa. Sehingga dengan begitu, semakin banyak jangka tenornya, maka semakin ringan biaya yang kamu keluarkan setiap bulannya. Selain itu, kamu juga dapat mengambil tenor jangka pendek, jika uang muka kamu tinggi.

Beli Barang Berkala

Perabotan

KPR telah disetujui, dan kamu telah memperhitungkan secara matang mengenai cicilan setiap bulannya. Kemudian kamu ada baiknya membeli barang secara berkala. Misalnya saja kamu membeli perabotan rumah satu bulan sekali. Sehingga kamu tak akan merasa dibebankan untuk membeli barang dengan jumlah yang banyak.

Kredit Tanpa Angunan

KTA Kamu Ditolak? Mungkin Karena 3 Penyebab Berikut Ini!

Terdapat banyak alasan yang dapat menjadi dasar kenapa seseorang dalam mengajukan pinjaman uang ke sebuah lembaga keuangan seperti bank ditolak. Padahal kita sangat membutuhkan dana tersebut, baik untuk biaya pendidikan, renovasi rumah, modal usaha, hingga biaya pengobatan, dan lain sebagainya.

Kredit Tanpa Angunan

Nah, salah satu langkah atau cara yang dapat ditempuh guna mendapatkan dana dari bank yakni melalui Kredit Tanpa Angunan (KTA). Langkah tersebut merupakan fasilitas pinjaman yang terbilang cukup mudah dalam proses pengajuannya, lantaran debitur tak perlu menjaminkan aset apapun kepada kreditur. Dalam hal ini, bank berperan sebagai pemberi pinjaman dan mengambil keputusan yang berdasarkan riwayat kredit si pemohon tersebut.

Persyaratan dan dokumen yang diperlukan untuk mengajukan KTA dapat dikatakan sangat mudah. Selain mudah dalam pengajuan, suku bunga juga tetap selama masa kontrak kredit. Kedua hal tersebutlah yang membuat KTA menjadi cukup diminati oleh banyak pihak.

Namun terkadang, walaupun mudah dan suku bunga tetap, tak sedikit para nasabah yang pengajuan untuk KTA ditolak, dan bahkan tanpa pemberitahuan yang jelas dari pihak bank. Maka dari itu untuk kamu yang ingin mengajukan KTA dan tentunya diterima oleh pihak bank, ada baiknya kamu mengetahui tiga alasan yang terbilang umum, yang biasanya menjadi penyebab bank menolak pengajuan KTA seseorang. Berikut penjelasannya.

Syarat Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Calon Peminjam

Syarat

Penyebab pertama yang juga merupakan alasan umum dalam penolakan KTA oleh bank adalah berbagai syarat yang tidak dipenuhi oleh calon peminjam. Sehingga sangatlah penting untuk membaca terlebih dahulu segala persyaratan yang dimiliki oleh bank secara seksama dan teliti. Misalnya persyaratannya yakni mengenai usia maksimal dan minimal bagi para calon peminjam, atau mengenai penghasilan tetap minimum, dan lain sebagainya. Memanglah banyak sekali persyaratan yang harus diajukan, namun tak ada salahnya untuk kamu meluangkan waktu guna mencermati persyaratan. Dengan begitu, permohonan KTA kamu akan diterima oleh pihak bank.

Tunggakan Kredit

Tunggakan Kredit

Sebelum kamu berniat untuk mengajukan peminjaman uang ke pihak lain, sebaiknya kamu memastikan utang yang kamu miliki, apakah sudah terbayarkan semua atau belum. Tentu hal ini agar catatan kredit kamu di mata bank terlihat bank. Pada umumnya, pihak bank tidak mau atau ragu untuk memberikan pinjaman ke pihak pemohon yang masih memiliki tunggakan, dan proses pembayarannya pun juga tidak tepat atau tidak lancar.

Dokumen Tidak Jelas

Dokumen

Walau kamu sudah melengkapi segala persyaratan baik itu berupa dokumen maupun berkas lainnya, namun tetap saja ditolak oleh pihak bank. Kemungkinan besar dokumen kamu tersebut tidak jelas terbaca atau terlihat. Sehingga usaha kamu akhirnya terbilang sia-sia. Sehingga untuk itu, pastikan kamu telah mengecek kejelasan dokumen yang diajukan ke pihak bank terlebih dahulu.